Translate

Translate

Selasa, 05 Juni 2012

Hal-Hal Yang Bisa Menyebabkan Bayi Cacat

Kehamilan merupakan proses alami bagi wanita. Dan semua wanita pasti mengharapkan bayi dalam rahimnya terlahir dengan sempurna. Tetapi karena beberapa sebab wanita dapat mengalami gangguan kehamilan yang menyebabkan bayi lahir dengan cacat bawaan.
Alkohol dan rokok.
Dua barang ini sejak lama telah terbukti secara medis menimbulkan banyak gangguan kehamilan bahkan menyebabkan bayi cacat bawaan. Alkohol bersifat teratogen atau mampu menimbulkan gangguan pada perkembangan embrio janin sehingga bayi lahir dengan fisik yang tidak sempurna. Janin yang terpapar alkohol beresiko mengalami Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yaitu sindrom yang menyebabkan kelainan pada fisik dan otak bayi.
Di Amerika alkohol merupakan penyebab utama bayi lahir cacat dari ibu usia 18-44 tahun yang mengkonsumsi alkohol. Alkohol yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta, yang kemudian merusak perkembangan janin terutama organ otak, pada kondisi yang parah bahkan dapat menyebabkan kegagalan janin. Jenis cacat akibat FAS dapat beraneka ragam, beberapa di antaranya yaitu ukuran kepala bayi kecil, gangguan pendengaran, kerusakan organ hati, gangguan penglihatan, dan cacat fisik.
Gejala ini dapat terus berkembang hingga bayi besar dengan bentuk terlambat berbicara, hiperaktif, dan IQ rendah. Tak berbeda jauh dengan alkohol, rokok juga memiliki kemampuan merusak perkembangan janin. Wanita hamil yang merokok berarti juga memberikan racun berbahaya bagi janin. Rokok dapat menurunkan pasokan oksigen bagi janin, sehingga mengganggu perkembangan otak serta fisik bayi dan beresiko besar pada kelahiran bayi cacat seperti bibir sumbing dan cacat jantung. Jurnal sains yang diterbitkan oleh American Cleft Palate-Craniofacial Association menyebutkan bahwa merokok terkait dengan cacat bibir umbing atau cacat rongga mulut pada bayi yang lahir dari ibu perokok.
Obat-obatan.
Penggunaan beberapa jenis obat pada saat kehamilan dapat menyebabkan kelahiran bayi cacat. Misalnya pada ibu hamil yang mengkonsumsi obat hipertensi jenis captopril. Captopril merupakan inhibitor enzim yang bekerja untuk mengontrol tekanan darah. Tetapi obat ini memiliki resiko negatif bagi janin, karena bersifat teratogen (merusak perkembangan janin). Pada tahun 1984 National Institute of Health merekomendasikan larangan penggunaan obat ini pada masa kehamilan, karena melalui penelitian obat ini terbukti dapat menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke janin. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya banyak penelitian membuktikan bahwa paparan captopril menyebabkan kelahiran bayi cacat seperti cacat jantung, bibir sumbing, anggota badan tidak lengkap, polydactyly (jari ganda), hipospadia (kelainan alat vital), spina bifida (kelainan tulang belakang) dan keterlambatan fungsi paru-paru.
Paparan bahan kimia.
Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan bayi cacat, merkuri atau raksa contohnya. Merkuri yang digunakan oleh ibu hamil dapat masuk dan mengendap di tubuh janin. Riset menunjukkan bahwa merkuri dapat menyebabkan bayi cacat sejak dalam kandungan maupun pasca persalinan dalam bentuk keterbelakangan mental, bisu, buta, dan kejang.
Malnutrisi.
Malnutrisi atau gizi buruk banyak menyebabkan gangguan kehamilan dan kelahiran bayi cacat terutama di beberapa negara miskin. Kekurangan vitamin A, B, K, kalsium, yodium, magnesium, asam folat, tiamin, dan riboflavin terbukti menimbulkan cacat pada bayi. Kekurangan jenis tiap nutrisi memberikan efek cacat yang berbeda-beda, tetapi secara umum malnutrisi menyebabkan bayi cacat jantung, kaki pincang, bibir sumbuing, hidrisefalus, kerdil, buta, cuping telinga melengkung, dan keterbelakangan mental. Bahkan malnutrisi juga dapat menyebabkan kegagalan janin, hal ini sangat banyak terjadi pada wilayah-wilayah yang mengalami krisis ekonomi dan pangan.
Genetik.
Dalam beberapa kondisi genetik juga menjadi faktor penyebab bayi cacat dan kegagalan janin, yaitu kelainan gen tunggal, kelainan kromosom, dan multifaktorial. Kelainan gen tunggal merupakan cacat yang diwariskan dari orang tua ke bayi, disebabkan oleh kerusakan enzim yang berfungsi memecah asam amino fenilalanin. Bentuk cacat ini dapat berupa kerusakan syaraf pusat yang menyebabkan kematian. Kelainan kromosom dapat menyebabkan cacat pada bayi dengan bentuk beragam salah satunya keterbelakangan mental. Dan multifaktorial dapat disebabkan karena mutasi DNA dan paparan zat berbahaya pada janin, contohnya kelainan tulang belakang dan kurangnya volume otak bayi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar